Jakarta – Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 akan tumbuh 5,04 persen yoy, sedikit mengalami perlambatan dari 5,31 persen pada 2022.

“Perkiraan kami menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga dapat tumbuh sebesar 5,0 persen yoy pada tahun 2023, sedikit lebih tinggi dari 4,9 persen pada tahun 2022, di tengah mobilitas publik yang lebih tinggi selama pascapandemi,” kata Andry dalam keterangan tertulisnya, Jumat 2 Februari 2024.

Baca juga: Mandiri Sekuritas Proyeksikan Ekonomi RI 2024 Tumbuh 5,1 Persen, Ini Sederet Pendukungnya

Sementara itu, PDB pada kuartal IV 2023 akan tumbuh sebesar 5,00 PERSEN yoy, sedikit meningkat dari 4,94 persen  yoy  di kuartal III 2023.

Secara kuartalan, PDB untuk kuartal IV 2023 diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,42 persenm qtq, turun dari 1,60 persen qtq pada kuartal sebelumnya.

Adapun, proyeksi pertumbuhan tahunan yang lebih tinggi ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang lebih tinggi secara musiman selama libur natal dan tahun baru (nataru).

“Seperti yang terlihat dari Mandiri Spending Index (MSI) kami yang meningkat dari 165,8 di kuartal III 2023 menjadi 199,1 di kuartal IV 2023,” ujar Andry dalam keterangan tertulisnya, Jumat 2 Februari 2024.

Selain itu, belanja pemerintah juga diperkirakan membaik di kuartal IV 2023, dengan belanja tenaga kerja meningkat sebesar 1,8 persen yoy dibandingkan kontraksi 8,6 persen yoy di kuartal III 2023.

Baca juga: Hitung-Hitungan Kemenko Perekonomian Soal Dampak Pemilu 2024 ke Pertumbuhan Ekonomi

“Ini akan memberikan bantalan lebih lanjut bagi perekonomian,” paparnya.

Kemudian, kinerja Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) didukung oleh belanja pemerintah yang lebih tinggi terkait dengan penyelesaian proyek infrastruktur. (*)

Editor: Galih Pratama

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *