Jakarta – PT JULO Teknologi Finansial (JULO) menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat mengakses layanan asuransi melalui penggunaan kredit digital.

Layanan asuransi yang dimaksud adalah JULO Peduli. Diluncurkan pada 15 Desember 2023, layanan ini juga memberikan perlindungan asuransi gawai dari berbagai risiko kerusakan.

Kolaborasi JULO dan BPJS Ketenagakerjaan menyediakan perlindungan asuransi secara otomatis bagi pengguna kredit digital JULO dalam bentuk perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dalam segmentasi kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Baca juga: Gandeng Bank ICBC, Sequis Luncurkan Asuransi Jiwa Kredit

Head of Partnership JULO, William Eka mengatakan, kerja sama yang telah terjalin sejak 2022 dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu inisiatif penting bagi JULO sebagai penyedia layanan kredit digital inovatif dengan berbagai layanan yang memudahkan masyarakat Indonesia.

“Salah satunya untuk memperkenalkan perlindungan Jaminan Sosial dengan mekanisme prinsip asuransi yang terjangkau dan mudah, terutama kepada kalangan anak muda,” ujar William Eka dalam keterangan resminya, Kamis, 21 Desember 2023.

CEO dan Co-Founder JULO, Adrianus Hitijahubessy menambahkan JULO merupakan credit digital credit platform pertama di Indonesia yang menyediakan asuransi jiwa dan gawai melalui JULO Peduli, sehingga pengguna dapat senantiasa terhubung dengan aplikasi JULO untuk memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari.

“Dengan adanya layanan JULO Peduli, diprediksi kami akan memiliki pengguna lebih dari 2.4 juta pada 2024 secara keseluruhan,” katanya.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan sampai November 2023, tercatat sebanyak 51.303 orang merupakan peserta aktif program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Deny Yusyulian menyampaikan peluncuran JULO Peduli ini sebagai gebrakan inovasi layanan keuangan berbasis teknologi yang dilakukan oleh JULO untuk memberikan perlindungan asuransi kepada pengguna dengan rekam jejak baik.

“BPJS Ketenagakerjaan berharap sinergisme yang terbangun selama ini dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam ragam kesempatan kerja sama ke depannya terkait dengan penambahan kanal pembayaran dan kanal pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan yang terintegrasi dalam aplikasi JULO,” katanya.

Baca juga: Klaim Asuransi Kesehatan Naik 32,9 Persen, OJK Siapkan Strategi Ini

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat penetrasi asuransi di Indonesia berada di 2,75 persen pada 2023. Angka tersebut tergolong rendah dibandingkan dengan negara lainnya, seperti Singapura dan Malaysia.

Minimnya literasi dan keterjangkauan produk asuransi menjadi faktor utama dalam menghambat penetrasi tersebut.

Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan berharap kolaborasi dengan JULO dapat membantu publik untuk lebih memahami pentingnya asuransi, seiring dengan menyediakan layanan yang mudah dan terjangkau.(*)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *